Selamat datang!
Aku seorang pria yang paling beruntung di dunia. Aku memiliki seorang gadis yang selalu setia menemaniku di kala aku sedih maupun bahagia. Dia adalah pujaan hatiku. Aku sudah memutuskan untuk selalu bersamanya sampai lanjut usiaku. Aku sangat mencintainya. Beberapa bulan yang lalu, aku memikirkan sebuah rencana masa depan untuk ku dan untuknya. Aku ingin hidup bersamanya. Ya, aku ingin melamar gadis itu. Aku ingin menikahinya dan membentuk sebuah keluarga dengannya.
Aku masih menunggu waktu yang tepat untuk menjalankan rencana itu. Tiap kali aku bertemu dengannya, aku masih selalu gugup untuk mengatakan hal terbesar dalam hidup. Kata-kata itu serasa kaku untuk aku ucapkan. Gadisku, aku akan selalu mencintaimu, dan aku sedang menanti saat yang tepat untuk mengajakmu hidup bersamaku.
Diatas adalah sepenggal kisah cinta ku dengan pacar saya, Erika. Kami sudah menjalani hubungan selama 3,5 tahun. Sebelum aku bertemu dengan Erika, aku lama menjomblo, belum pernah terikat hubungan yang serius dengan gadis manapun. Aku mengenal Erika hanya lewat seorang teman dekatku, dia seorang gadis yang sangat menarik. Pertama kali aku melihat dia, aku langsung merasakan ada getaran dalam hatiku. Erika adalah seorang gadis yang cantik dan juga manja. Dan aku memujanya.
Hubungan kami semakin lama semakin dekat, dan aku pun semakin menyukainya. Dia harus kumiliki! Dan ternyata Erika juga merasakan hal yang sama. Kami pun memutuskan untuk menjalin hubungan. Tidak ada yang bilang bahwa hubungan itu akan selalu indah seperti sebuah kisah drama percintaan di negri dongeng. Tapi sebuah hubungan cinta memiliki banyak lika liku, dan itulah seni cinta. Dimana kedua insan yang berbeda saling menyatu dan saling memahami satu sama lain.
Aku dan Erika terpaut 4 tahun. Dia seorang gadis yang manja. Aku bisa mengerti itu karna Erika berasal dari keluarga yang juga sangat memanjakannya. Tak jarang ia suka cemberut dan mengeluh karna aku terkadang tidak dapat memahaminya. Tapi aku tahu dia sangat menyayangiku. Ketika kami memiliki sebuah masalah, aku selalu mengatakan pada diriku bahwa dia adalah wanita yang kupilih, aku menyayanginya dan dia pun begitu.
Erika, maafkan aku jika aku terkadang egois dan membiarkanmu sendiri. Tapi terima kasih atas kasih sayangmu selama ini. Belum pernah aku merasakan cinta yang engkau sudah berikan kepadaku. Aku akan berusaha untuk selalu membahagiakanmu. Erika, cinta kita satu dan aku akan slalu menjagamu selamanya.
Blog ini aku persembahkan untukmu, cintaku, masa depanku, Erika.
I Love You always.
wah selamat udah menemukan belahan jiwanya
moga segera ke pelaminan. salam
By: xero on July 25, 2008
at 1:47 am